Artikel

Read More

ORI030: Investasi Aman dengan Kupon Tetap yang Dijamin Negara

14 Jul 2026 Artikel, Start The Journey
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, tingginya suku bunga, inflasi, dan fluktuasi nilai tukar, banyak investor mencari instrumen investasi yang stabil. ORI030 (Obligasi Ritel Indonesia Seri 030) hadir sebagai salah satu pilihan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel yang diterbitkan Pemerintah Republik Indonesia. Instrumen ini menawarkan kupon tetap, jaminan pemerintah, serta kemudahan pembelian secara online melalui Mitra Distribusi.  

Apa Itu ORI030?

ORI030 merupakan SBN Ritel yang ditawarkan khusus kepada Warga Negara Indonesia. Pada penerbitan Juli 2026 tersedia dua seri, yaitu ORI030T3 dengan tenor 3 tahun dan ORI030T6 dengan tenor 6 tahun. Investor memperoleh kupon tetap setiap bulan hingga jatuh tempo dengan pokok investasi dijamin pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk lebih lengkapnya, berikut merupakan struktur kupon ORI030.
 

ORI030T3

ORI30T6

Penerbit Pemerintah Republik Indonesia
Target Rp25.000.000.000.000
Tenor 3 Tahun 6 Tahun
Jatuh Tempo 15 Juli 2029 15 Juli 2032
Tradable Dapat diperdagangkan di pasar sekunder
Agen Pembayar Kupon Bank Indonesia
Pembayaran Kupon Pertama

15 September 2026

(Pembayaran kupon dilakukan tanggal 15 setiap bulannya. Apabila tanggal 15 merupakan hari libur, maka akan dibayarkan pada hari kerja berikutnya)

Perpajakan Pajak Final berlaku 10% dari Kupon Bulanan dan Capital Gain saat adanya penjualan di pasar sekunder
Minimum Pemesanan Rp1.000.000
Maksimum Pemesanan Rp5.000.000.000 Rp10.000.000.000
Tingkat Kupon 6,90% per tahun 7,00%  per tahun
Jenis Kupon Tingkat bunga tetap (fixed rate)
Minimum Holding Period 1 kali pembayaran
  Dari struktur di atas, maka perhitungan kuponnya sebagai berikut:

ORI030T3

ORI030T6

a. Perhitungan Kupon dari tanggal setelmen sampai dengan 15 Agustus 2026: 6,90% x 10/31 x 1/12 x Rp1.000.000,00 = Rp1.854,84   b. Kupon satu bulan penuh untuk tanggal 16 Agustus 2026 sampai dengan 15 September 2026 (dan bulan berikutnya sampai jatuh tempo): 6,90% x 1/12 x Rp1,000,000 = Rp5.750   Long Coupon = a + b a. Perhitungan Kupon dari tanggal setelmen sampai dengan 15 Agustus 2026: 7,00% x 10/31 x 1/12 x Rp1.000.000,00 = Rp1.881,72   b. Kupon satu bulan penuh untuk tanggal 16 Agustus 2026 sampai dengan 15 September 2026 (dan bulan berikutnya sampai jatuh tempo): 7,00% x 1/12 x Rp1.000.000 = Rp1.881,72   Long Coupon = a + b
 

Kenapa Investasi di ORI030?

Berikut beberapa alasan mengapa ORI030 dapat menjadi pilihan investasi:
  1. Pemesanan ORI030 Mudah Secara Online
ORI030 dapat dipesan secara online melalui Mitra Distribusi yang sudah mendapatkan izin dari OJK, salah satunya adalah Phintraco Sekuritas, sehingga proses investasi kamu menjadi lebih praktis.
  1. Investasi Mulai dari Rp1 Juta
Dengan minimum pemesanan hanya Rp1.000.000, ORI030 dapat diakses oleh investor ritel.
  1. Aman karena Diterbitkan oleh Pemerintah
Pembayaran kupon dan pelunasan pokok ORI030 dijamin oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
  1. Kupon Tetap (Fixed Coupon)
Besaran kupon ORI030 tidak berubah hingga jatuh tempo. Hal ini memberikan kepastian pendapatan meskipun kondisi pasar atau suku bunga mengalami perubahan.
  1. Pendapatan Rutin Setiap Bulan
Kupon dibayarkan setiap bulan dan langsung ditransfer ke Rekening Dana Nasabah (RDN), sehingga dapat menjadi sumber arus kas secara berkala.
  1. Berpotensi Menjadi Passive Income
Pembayaran kupon bulanan dapat dimanfaatkan sebagai tambahan penghasilan selama ORI030 masih dimiliki hingga jatuh tempo.
  1. Pilihan Tenor Fleksibel
ORI030 tersedia dalam dua pilihan tenor, yaitu tenor 3 tahun dan tenor 6 tahun, sehingga investor dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan investasi.
  1. Pajak Lebih Rendah Dibandingkan Deposito
Pajak atas kupon ORI030 sebesar 10%, lebih rendah dibandingkan pajak bunga deposito yang sebesar 20%, sehingga imbal hasil bersih yang diterima investor menjadi lebih optimal.
  1. Dapat Diperdagangkan di Pasar Sekunder
Setelah melewati minimum holding period, ORI030 dapat diperjualbelikan di pasar sekunder. Hal ini akan memberikan fleksibilitas bagi investor yang ingin menjual ORI030 sebelum jatuh tempo.  

Timeline Pemesanan ORI030

Tahapan

Tanggal Penting

Keterangan

Penetapan Kupon

03 Juli 2026

Pemerintah menetapkan kupon ORI030T3 & ORI030T6.  
Masa Penawaran

06 Juli 2026

Investor pertama kali dapat melakukan pemesanan ORI030T3 & ORI030T6.  

30 Juli 2026

Tanggal terakhir investor dapat melakukan pemesanan ORI030T3 & ORI030T6.  
Penetapan

03 Agustus 2026

Penetapan hasil penjualan ORI030T3 & ORI030T6.  
Setelmen

05 Agustus 2026

Dana investor didebet dan ORI masuk ke portofolio investor.  
    Jika Anda ingin berinvestasi di ORI030, Anda dapat melakukan pemesanan secara online melalui aplikasi PROFITS Anywhere atau PROFITS Online Trading dari Phintraco Sekuritas selama masa penawaran berlangsung. Prosesnya praktis, aman, dan seluruh transaksi dilakukan secara digital sehingga investor dapat berinvestasi kapan saja dan di mana saja. Download PROFITS Online Trading untuk MacOS, Windows, atau aplikasi PROFITS Anywhere dari hp Anda.   Penulis: Riska Novi Cahyani Editor: Yundira Putri Rahmadianti
Baca Laporan

Sell in May and Go Away: Mitos atau Fakta di Pasar Saham Indonesia?

29 May 2026 Artikel, Educated Investor
Setiap memasuki bulan Mei, sebagian pelaku pasar mulai mengamati fenomena musiman yang dikenal dengan istilah Sell in May and Go Away. Fenomena ini sering dikaitkan dengan kecenderungan melemahnya kinerja pasar saham global selama periode Mei hingga Oktober, terutama di negara-negara Barat yang memasuki musim panas. Meski berasal dari pasar luar negeri, strategi Sell in May and Go Away tetap menarik untuk dibahas dalam konteks pasar saham Indonesia. Pada beberapa periode historis, IHSG sempat menunjukkan pola pelemahan pada periode tersebut. Namun, pola ini tidak selalu terjadi secara konsisten setiap tahun. Lalu, apakah Sell in May and Go Away benar-benar relevan untuk pasar saham Indonesia, atau hanya sekadar mitos yang berkembang di kalangan investor? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Sell in May and Go Away?

Sell in May and Go Away adalah pepatah lama di pasar saham yang berasal dari pasar keuangan Inggris. Ungkapan lengkapnya adalah “Sell in May and Go Away and Come Back on St. Leger’s Day”. Pepatah ini merujuk pada kebiasaan sebagian pedagang dan kalangan bangsawan di Inggris yang meninggalkan aktivitas di kota selama musim panas, lalu kembali aktif pada awal November menjelang ajang pacuan kuda St. Leger’s Day di Doncaster, South Yorkshire. Dalam perkembangannya, istilah ini digunakan untuk menggambarkan strategi investasi musiman. Sebagian investor memilih mengurangi eksposur saham pada periode Mei hingga Oktober, kemudian kembali masuk ke pasar pada November hingga April. Pandangan ini muncul karena aktivitas pasar pada musim panas dinilai cenderung lebih rendah dibandingkan periode akhir tahun.

Apakah Sell in May and Go Away Berlaku di Pasar Saham Indonesia?

Fenomena Sell in May and Go Away memang berasal dari pasar saham luar negeri. Namun, beberapa data historis menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia juga pernah mengalami pelemahan pada periode Mei hingga Oktober. Meski demikian, pola tersebut tidak selalu berulang dengan konsisten. Oleh karena itu, berikut merupakan masing-masing data historis selama 2o tahun terakhir, pada periode 2006 hingga 2025. Data Historis IHSG sumber: Bloomberg Terminal   Data Historis FTSE 100 sumber: Bloomberg Terminal   Data Historis S&P 500 sumber: Bloomberg Terminal   Data Historis Dow Jones sumber: Bloomberg Terminal  

Analisis Sell in May and Go Away Berdasarkan Data 20 Tahun Terakhir

Berdasarkan data historis 20 tahun terakhir, strategi Sell in May and Go Away menunjukkan hasil yang berbeda pada setiap indeks saham. Artinya, fenomena ini tidak dapat disimpulkan berlaku secara universal di seluruh pasar global. 1. IHSG Indonesia Pada periode Mei hingga Oktober, IHSG tidak secara konsisten menunjukkan pola Sell in May and Go Away. Dalam 20 tahun terakhir, terdapat 13 periode dengan return positif dan 7 periode dengan return negatif. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia masih memiliki peluang untuk tumbuh pada periode Mei hingga Oktober. Namun, pergerakan IHSG pada periode tersebut tetap dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
  • Rilis laporan keuangan emiten yang tidak sesuai ekspektasi investor;
  • Pergerakan harga komoditas;
  • Ketidakpastian kondisi global; dan
  • Sentimen regional maupun domestik yang memengaruhi minat investor.
2. FTSE 100 Inggris Berbeda dengan IHSG, indeks FTSE 100 Inggris menunjukkan pola Sell in May and Go Away yang lebih kuat. Berdasarkan data historis, selama periode Mei hingga Oktober dalam 20 tahun terakhir, hanya 2 tahun yang mencatat return positif, yaitu 2009 dan 2025, sedangkan 18 tahun lainnya mencatat return negatif. Fenomena ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:
  • Kebiasaan sebagian investor Inggris mengurangi aktivitas menjelang musim panas;
  • Penyeimbangan portofolio atau rebalancing;
  • Aksi profit taking sebelum musim gugur; dan
  • Kekhawatiran terhadap risiko perlambatan ekonomi.
3. S&P 500 dan Dow Jones Amerika Serikat Sementara itu, indeks saham Amerika Serikat seperti S&P 500 dan Dow Jones tidak menunjukkan efek musiman yang terlalu signifikan. Berdasarkan data historis, kedua indeks tersebut cenderung lebih resilien pada periode Mei hingga Oktober dibandingkan FTSE 100. Ketahanan pasar saham Amerika Serikat pada periode tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
  • Fondasi ekonomi Amerika Serikat yang relatif kuat;
  • Dukungan likuiditas yang tinggi di pasar keuangan;
  • Peran investor institusi yang aktif sepanjang tahun; dan
  • Minat investor global terhadap saham-saham Amerika Serikat.

Strategi Sell in May and Go Away masih menunjukkan relevansi pada indeks tertentu, seperti FTSE 100 Inggris. Namun, fenomena ini tidak bersifat universal dan tidak selalu berlaku di seluruh pasar saham global. Di Indonesia, pola Sell in May and Go Away cenderung bersifat parsial dan tidak konsisten. Data historis IHSG menunjukkan bahwa periode Mei hingga Oktober tetap memiliki peluang mencatatkan return positif. Oleh karena itu, investor sebaiknya tidak hanya mengandalkan strategi musiman dalam mengambil keputusan investasi. Sebelum berinvestasi, penting bagi investor untuk tetap memperhatikan kondisi fundamental emiten, sentimen pasar, kondisi makroekonomi, serta profil risiko masing-masing. Dengan begitu, keputusan investasi dapat dibuat secara lebih objektif dan tidak hanya berdasarkan pola musiman.   Ingin dapatkan insight seputar pasar dan edukasi investasi lainnya? Kunjungi artikel Edukasi di website Phintraco Sekuritas sekarang.   Penulis: Riska Novi Cahyani Editor: Yundira Putri Rahmadianti
Baca Laporan

Mengenal 5 Jenis Indeks Saham Syariah

Bagi investor yang memilih berinvestasi sesuai prinsip syariah, penting untuk memahami indeks sama syariah di pasar modal Indonesia. Selain sebagai acuan kinerja pasar, indeks saham syariah juga dapat membantu investor dalam menyeleksi saham yang sesuai dengan kriteria tertentu, salah satunya prinsip syariah. Di Bursa Efek Indonesia (BEI) terdapat puluhan indeks saham yang digunakan sebagai indikator pergerakan saham. Hingga Februari 2026, terdapat sekitar 45 indeks saham, dengan 5 di antaranya merupakan indeks saham syariah.   Apa itu Indeks Saham Syariah? Indeks saham syariah adalah ukuran statistik yang mencerminkan pergerakan sekelompok harga saham dengan kriteria prinsip syariah, sehingga sahamnya tidak mengandung riba, dan ditinjau secara berkala oleh BEI. Lembaga yang bertanggung jawab untuk menyeleksi dan menetapkan Daftar Efek Syariah (DES) ialah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang didukung oleh Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). DSN-MUI juga bertugas untuk memastikan aktivitas bisnis dan transaksi saham berjalan sesuai dengan syariah. Di Indonesia, terdapat 5 jenis saham syariah, yaitu ISSI, JII, JII70, IDXSHARGROW, dan IDX-MES BUMN 17. Kelima jenis saham tersebut akan ditinjau 2 kali dalam 1 tahun, tepatnya di bulan Mei dan November, dengan mengikuti jadwal peninjauan DES oleh OJK. Pada periode ini, akan ada saham yang masuk atau keluar dari masing-masing jenis saham.   Jenis Indeks Saham Syariah

1. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)

ISSI dikeluarkan di pasar modal Indonesia pada 12 Mei 2011. Konstituen ISSI berasal dari seluruh saham syariah yang termasuk dalam DES, diterbitkan oleh OJK, serta tercatat di papan utama dan papan pengembangan.

2. Jakarta Islamic Index (JII)

JII dikeluarkan pada 3 Juli 2000 dengan konstituen terdiri dari 30 saham syariah paling likuid yang tercatat di BEI. Untuk menjadi konstituen JII, terdapat alur yang harus dipenuhi oleh emiten saham, yaitu:
  • Saham syariah telah tercatat selama 6 bulan terakhir.
  • Lalu dipilih 60 saham yang memiliki kapitalisasi pasar tertinggi selama 1 tahun terakhir.
  • Dari 60 saham tersebut, dipilih 30 emiten dengan nilai transaksi harian paling tinggi di pasar reguler.
  • Selanjutnya, 30 saham yang tersisa akan masuk dalam JII.

3. Jakarta Islamic Index 70 (JII70)

Dikeluarkan pada 17 Mei 2018, konstituen JII70 terdiri dari 70 saham paling likuid di BEI. Untuk masuk dalam konstituen JII70, alur yang harus dilalui oleh emiten, di atnaranya:
  • Saham syariah telah tercatat selama 6 bulan terakhir.
  • Selanjutnya dipilih 150 saham yang memiliki kapitalisasi pasar tertinggi selama 1 tahun terakhir.
  • Dari 150 saham tersebut, dipilih 70 emiten dengan nilai transaksi harian paling tinggi di pasar reguler.
  • Kemudian 70 saham yang tersisa akan masuk dalam JII70.

4. IDX Sharia Growth (IDXSHARGROW)

Dikeluarkan pada 31 Oktober 2022, IDXSHARGROW merupakan indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham syaria dengan tren pertumbuhan laba bersih dan pendapatan dengan likuiditas serta kinerja keuangan yang baik. Untuk tergabung dalam konstituen IDXSHARGROW, maka saham syariah harus:
  • Masuk ke JII70.
  • Membukukan laba bersih dan tidak memiliki price to earnings ratio (PER) bernilai tinggi.
  • Tiga puluh saham syariah dengan skor tren PER dan price to sales ratio (PSR) tertinggi akan terpilih menjadi konstituen IDXSHARGROW.

5. IDX-MES BUMN 17

Dikeluarkan pada 29 April 2022, IDX-MES BUMN 17 merupakan indeks yang mengukur kinerja harga dari 17 saham syariah serta afiliasinya. Pengukuran ini memiliki kriteria likuiditas dan fundamental perusahaan yang baik serta kapitalisasi pasar yang besar. Untuk menjadi konstituen di IDX-MES BUMN 17, maka saham syariah harus:
  • Masuk dalam ISSI.
  • Termasuk saham BUMN atau afiliasinya.
  • Dari saham BUMN yang ada, dipilih 17 saham konstituen berdasarkan likuiditas dan fundamentalnya.
  Itu dia beragam jenis indeks saham syariah yang perlu Anda tau. Sebagai investor, Anda dapat menyesuaikan pilihan saham syariah berdasarkan indeks tersebut, tujuan keuangan, jangka waktu investasi, serta tingkat risiko yang ingin dihadapi. Saham-saham yang termasuk konstituen indeks tersebut juga telah melalui proses seleksi sesuai dengan ketentuan, sehingga Anda tak perlu khawatir untuk mulai investasi melalui Profits Anywhere. Rasakan kemudahannya, download aplikasinya sekarang!   Penulis: Riska Novi Cahyani Editor: Yundira Putri Rahmadianti
Baca Laporan

Video

Read More

PROFITS Anywhere: Yuk Intip Fitur Barunya Di Sini!

01 Aug 2024 Educated Investor, Video
Tonton Video

Profits Tutorial

Read More

PROFITS Anywhere: Tutorial Broker Meter

23 Jan 2026 Profits Tutorial
Tonton Video

PROFITS Anywhere: Tutorial Cara Penggunaan Fitur

23 Jan 2026 Profits Tutorial
Tonton Video

PROFITS Anywhere: Ini Cara Mudah Tarik Dana Anda

20 Nov 2025 Profits Tutorial
Tonton Video

Kegiatan & Kelas

Read More
WordPress › Error

There has been a critical error on this website.

Learn more about troubleshooting WordPress.