|
ORI030T3 |
ORI30T6 |
|
| Penerbit | Pemerintah Republik Indonesia | |
| Target | Rp25.000.000.000.000 | |
| Tenor | 3 Tahun | 6 Tahun |
| Jatuh Tempo | 15 Juli 2029 | 15 Juli 2032 |
| Tradable | Dapat diperdagangkan di pasar sekunder | |
| Agen Pembayar Kupon | Bank Indonesia | |
| Pembayaran Kupon Pertama |
15 September 2026 (Pembayaran kupon dilakukan tanggal 15 setiap bulannya. Apabila tanggal 15 merupakan hari libur, maka akan dibayarkan pada hari kerja berikutnya) |
|
| Perpajakan | Pajak Final berlaku 10% dari Kupon Bulanan dan Capital Gain saat adanya penjualan di pasar sekunder | |
| Minimum Pemesanan | Rp1.000.000 | |
| Maksimum Pemesanan | Rp5.000.000.000 | Rp10.000.000.000 |
| Tingkat Kupon | 6,90% per tahun | 7,00% per tahun |
| Jenis Kupon | Tingkat bunga tetap (fixed rate) | |
| Minimum Holding Period | 1 kali pembayaran | |
|
ORI030T3 |
ORI030T6 |
|
| a. Perhitungan Kupon dari tanggal setelmen sampai dengan 15 Agustus 2026: 6,90% x 10/31 x 1/12 x Rp1.000.000,00 = Rp1.854,84 b. Kupon satu bulan penuh untuk tanggal 16 Agustus 2026 sampai dengan 15 September 2026 (dan bulan berikutnya sampai jatuh tempo): 6,90% x 1/12 x Rp1,000,000 = Rp5.750 Long Coupon = a + b | a. Perhitungan Kupon dari tanggal setelmen sampai dengan 15 Agustus 2026: 7,00% x 10/31 x 1/12 x Rp1.000.000,00 = Rp1.881,72 b. Kupon satu bulan penuh untuk tanggal 16 Agustus 2026 sampai dengan 15 September 2026 (dan bulan berikutnya sampai jatuh tempo): 7,00% x 1/12 x Rp1.000.000 = Rp1.881,72 Long Coupon = a + b | |
|
Tahapan |
Tanggal Penting |
Keterangan |
| Penetapan Kupon |
03 Juli 2026 |
Pemerintah menetapkan kupon ORI030T3 & ORI030T6. |
| Masa Penawaran |
06 Juli 2026 |
Investor pertama kali dapat melakukan pemesanan ORI030T3 & ORI030T6. |
|
30 Juli 2026 |
Tanggal terakhir investor dapat melakukan pemesanan ORI030T3 & ORI030T6. | |
| Penetapan |
03 Agustus 2026 |
Penetapan hasil penjualan ORI030T3 & ORI030T6. |
| Setelmen |
05 Agustus 2026 |
Dana investor didebet dan ORI masuk ke portofolio investor. |
sumber: Bloomberg Terminal
Data Historis FTSE 100
sumber: Bloomberg Terminal
Data Historis S&P 500
sumber: Bloomberg Terminal
Data Historis Dow Jones
sumber: Bloomberg Terminal
1. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)
ISSI dikeluarkan di pasar modal Indonesia pada 12 Mei 2011. Konstituen ISSI berasal dari seluruh saham syariah yang termasuk dalam DES, diterbitkan oleh OJK, serta tercatat di papan utama dan papan pengembangan.2. Jakarta Islamic Index (JII)
JII dikeluarkan pada 3 Juli 2000 dengan konstituen terdiri dari 30 saham syariah paling likuid yang tercatat di BEI. Untuk menjadi konstituen JII, terdapat alur yang harus dipenuhi oleh emiten saham, yaitu:3. Jakarta Islamic Index 70 (JII70)
Dikeluarkan pada 17 Mei 2018, konstituen JII70 terdiri dari 70 saham paling likuid di BEI. Untuk masuk dalam konstituen JII70, alur yang harus dilalui oleh emiten, di atnaranya:4. IDX Sharia Growth (IDXSHARGROW)
Dikeluarkan pada 31 Oktober 2022, IDXSHARGROW merupakan indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham syaria dengan tren pertumbuhan laba bersih dan pendapatan dengan likuiditas serta kinerja keuangan yang baik. Untuk tergabung dalam konstituen IDXSHARGROW, maka saham syariah harus:5. IDX-MES BUMN 17
Dikeluarkan pada 29 April 2022, IDX-MES BUMN 17 merupakan indeks yang mengukur kinerja harga dari 17 saham syariah serta afiliasinya. Pengukuran ini memiliki kriteria likuiditas dan fundamental perusahaan yang baik serta kapitalisasi pasar yang besar. Untuk menjadi konstituen di IDX-MES BUMN 17, maka saham syariah harus: